Pernahkah Anda melihat seseorang membagikan link produk di media sosial dengan tulisan "pakai link ini ya"? Atau mungkin Anda menemukan kode voucher yang dibagikan oleh content creator favorit? Nah, itu adalah salah satu bentuk dari program affiliate marketing.
Apa Itu Program Affiliate?
Program affiliate adalah sistem dimana Anda bisa mendapatkan komisi dengan cara mempromosikan produk atau layanan milik orang lain. Sederhananya, Anda menjadi "perantara" antara penjual dan pembeli. Ketika ada orang yang membeli produk melalui link atau kode yang Anda bagikan, Anda akan mendapat imbalan berupa persentase dari harga produk tersebut.
Kedengarannya mudah kan? Tapi tunggu dulu, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum terjun ke dunia affiliate ini.
Cara Kerja Program Affiliate
Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Pertama, Anda mendaftar ke program affiliate (misalnya Shopee Affiliate, TikTok Shop, atau platform lainnya). Setelah diterima, Anda akan mendapatkan link atau kode khusus yang sudah ter-track dengan akun Anda.
Link atau kode ini kemudian Anda bagikan ke audiens - bisa melalui Instagram, WhatsApp, TikTok, blog, atau platform apapun yang Anda gunakan. Ketika seseorang mengklik link tersebut dan melakukan pembelian, sistem akan otomatis mencatat bahwa pembeli tersebut datang dari referral Anda.
Tapi ingat, orang harus benar-benar checkout dan membayar ya! Kalau cuma klik link terus keluar lagi tanpa beli apa-apa, Anda tidak dapat komisi. Ini yang sering bikin banyak orang kecewa di awal, karena ternyata conversion rate (persentase orang yang klik jadi beli) itu sangat kecil.
Perbedaan Link dan Kode Affiliate
Ada dua cara membagikan referral affiliate: menggunakan link atau kode. Link itu lebih praktis karena orang tinggal klik langsung masuk ke halaman produk. Cocok untuk dibagikan di WhatsApp, Telegram, atau platform yang mendukung hyperlink.
Sedangkan kode (misalnya "ABC-123-XYZ") biasanya digunakan untuk platform yang tidak bisa klik link, seperti story Instagram atau caption TikTok. Orang harus manual mengetik kode tersebut saat checkout. Memang sedikit lebih ribet, tapi kadang ini jadi satu-satunya opsi untuk beberapa platform.
Realita di Balik Program Affiliate
Sekarang mari kita bicara jujur. Program affiliate ini tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Komisinya kecil, biasanya hanya 3-10% per produk. Bayangkan, produk seharga 100 ribu dengan komisi 10% = Anda cuma dapat 10 ribu. Itu pun kalau ada yang beli.
Link atau kode affiliate juga ada masa berlakunya lho, biasanya 30-90 hari. Setelah itu harus generate yang baru lagi. Belum lagi ada "cookie period" - jangka waktu dimana klik Anda masih ter-track. Kalau seseorang klik link Anda hari ini tapi baru beli seminggu kemudian (dan cookie period cuma 24 jam), Anda tidak dapat komisi.
Siapa yang Cocok untuk Program Affiliate?
Jujur saja, program affiliate ini paling cocok untuk mereka yang sudah punya audiens besar. Content creator dengan ribuan atau puluhan ribu followers, blogger dengan traffic tinggi, atau YouTuber dengan subscriber banyak. Kenapa? Karena butuh volume yang besar untuk menghasilkan komisi yang signifikan.
Kalau Anda baru mulai dengan followers sedikit, jangan berharap banyak ya. 100 orang lihat link Anda, mungkin cuma 1-2 orang yang benar-benar beli. Komisinya? Mungkin hanya belasan ribu per bulan. Bandingkan dengan effort yang sudah dikluarkan untuk promosi, kadang tidak sebanding.
Tips Sukses di Program Affiliate
Kalau masih mau mencoba, fokus bangun audiens dulu. Buat konten yang berkualitas dan konsisten di niche tertentu (misalnya beauty, teknologi, atau fashion). Bangun trust dengan audiens - jangan asal promosi semua produk, pilih yang memang bagus dan relevan.
Ingat, orang membeli karena percaya pada rekomendasi Anda, bukan karena link-nya. Jadi kualitas konten dan hubungan dengan audiens itu jauh lebih penting daripada seberapa banyak link yang dibagikan.
Program affiliate bisa jadi sumber penghasilan tambahan yang lumayan, tapi butuh waktu, konsistensi, dan yang terpenting - audiens yang engaged. Jadi apakah ini worth it untuk Anda? Tergantung seberapa serius Anda mau berinvestasi waktu dan tenaga untuk membangun presence online Anda.
💬 Komentar (0)